Kaltara

Evaluasi dan Pengendalian Penting untuk Perbaikan Kekeliruan

Untuk Bantuan Program di Kabupaten/Kota, 2019 Pemprov Alokasikan Rp 644 Miliar

TANJUNG
SELOR – Gubernur Kalimantan Utara (Kaltara) Dr H Irianto Lambrie menegaskan
pentingnya melakukan evaluasi setiap kegiatan. Pengendalian dan evaluasi, kata
Irianto, dilakukan untuk koreksi dan pembenahan dari apa-apa yang kurang dalam
kegiatan yang dilaksanakan.

Gubernur
menegaskan hal itu saat membuka pelaksanaan Rapat Koordinasi Pengendalian
Pelaksanaan Program / Kegiatan Tahun 2019 di Gedung Gabungan Dinas Pemprov
Kaltara, Kamis (11/04). “Rapat koordinasi ini penting. Pengendalian sebagai evaluasi
dan koreksi kegiatan-kegiatan yang sudah dilakukan, serta membenahi kekeliruan
maupun kekurangan dalam program yang kita jalankan,” kata Irianto di depan
peserta rapat koordinasi yang terdiri dari para kepala OPD (Organisasi
Perangkat Daerah)/Biro atau Pengguna Anggaran, Kuasa Pengguna Anggaran serta
PPTK di lingkup Pemprov Kaltara.

Diungkapkan,
dari evaluasi yang dilakukan, sejauh ini masih kerap terjadi kekeliruan, yang
menyebabkan sebuah temuan. Baik itu administrasi maupun material. Di antaranya  kelebihan penggunaan biaya perjalanan dinas,
honorarium hingga kelebihan pembayaran. Hal tersebut, kadang berulang terus
terjadi setiap tahun. Penyebabnya, karena yang bekerja kurang teliti, kurang
cermat dan tidak mau mempelajari aturan perundang-undangan yang ada.

“Kalau
kita mau belajar, membaca dan memahami aturan, kekeliruan atau temuan-temuan
itu tidak akan terulang lagi. Untuk itu lah saya minta kepada semua ASN,
utamanya para Pengguna Anggaran, Kuasa Pengguna Anggaran hingga PPTK maupun
bendahara untuk mempelajari aturan-aturannya dengan seksama. Bekerjalah sesuai
aturan. Saya yakin, semua akan berjalan baik, sesuai dengan target dan harapan
kita,” beber Gubernur.

Selain
pentingnya memahami aturan, lanjutnya, sebagai upaya memperbaiki kinerja dan
menghindari adanya kekeliruan, menurut Gubernur juga perlu mengoptimalkan
koordinasi dan komunikasi, baik eksternal maupun di internal OPD. Ini penting, sebagai
upaya mensinergikan dalam bekerja.

Melalui
Rakor pengendalian ini, kata Irianto, dilakukan evaluasi secara menyeluruh. Tak
hanya program atau kegiatan-kegiatan maupun realisasi anggaran, namun juga
perlu dievaluasi hal-hal administrasi lainnya. Termasuk kepegawaian. 

Selain
pengendalian kegiatan/program 2019, dalam rapat koordinasi tersebut, kata
Irianto lagi, juga dilakukan evaluasi kegiatan-kegiatan atau program dan
capaian pada 2018 lalu. Baik itu realisasi kegiatan maupun keuangannya.

Berdasar
laporan kinerja APBD 2018, Gubernur menilai sudah cukup baik. Dari target
pendapatan Rp 2,4 triliun, terealisasi 99,07 persen. Kemudian belanja, dari
target Rp 2,8 triliun, realisasinya 80,94 persen.

Perlu
diketahui, pada 2018 APBD Kaltara mengalami defisit hingga Rp 460 miliar. “Namun
alhamdulillah, dengan kebijakan rasionalisasi yang kita lakukan, defisit itu
bisa teratasi. Bahkan pada akhir tahun bisa menyisakan SILPA Rp 186 miliar
untuk APBD 2019,” ungkap Gubernur.

Irianto
juga mengatakan, meski tidak memberikan bantuan keuangan umum, selama 2018, Pemprov
Kaltara tetap melaksanakan program/kegiatan di kabupaten/kota. Alokasi anggaran
yang yang disiapkan melalui APBD 2018 sebesar Rp 749,3 miliar lebih untuk 4
kabupaten dan 1 kota di Kaltara.

Sebagai
evaluasi juga, imbuh Gubernur, memasuki triwulan I 2019 realisasi sudah mulai
terlihat, meski masih kecil. Dari target belanja APBD 2019 sebesar Rp 2,97
triliun, realisasinya baru mencapai Rp 81,019 miliar. Sama seperti tahun
sebelumnya, pada 2019, Pemprov Kaltara kembali melakukan program dan kegiatan
di kabupaten/kota, dengan alokasi anggaran Rp 644 miliar lebih.

“APBD
diibaratkan sebagai alat dalam tubuh kita. Kalau alat sakit, tentu susah
bergerak. Dan Alhamdulillah, APBD kita tetap sehat,” kata Irianto. Diakuinya, APBD
Kaltara memang tidak besar. Namun Pemprov di bawah kepemimpinannya, tetap
berusaha terus membangun. Bahkan bisa membantu program di kabupaten/kota. “Ini
membuktikan, bahwa untuk bisa membangun bukan dilihat dari besar kacilnya
anggaran, tapi bagaimana kita mengelolanya secara bijak dan benar,” imbuhnya.
(humas)

Show More

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button
Close