Kaltara

Menuju Respons Kaltara Edisi Spesial : Saya (Millenial) untuk Kaltara Terdepan (3-habis)

Punya Dedikasi untuk Mengharumkan Nama Daerah dan Mengabdi

Hasil tidak akan
mengkhianati proses. Mungkin, ini secuil kalimat yang pas untuk tiga anak muda Kaltara yang berdedikasi
bidangnya masing-masing.

KHAIR ALAM
MAULANSYAH, Humas

TIGA punggawa muda Kaltara terakhir yang akan menjadi
narasumber Respons Kaltara (ResKal)
edisi spesial pada 13 Maret
nanti, adalah Mangestiningtyas, Candra Yuswo Widodo, dan Sabri. Mereka memiliki
bidang keahlian yang berbeda-beda.

Mangestiningtyas, atau akrab disapa Esti, adalah seorang
guru di SMK Negeri 1 Sebatik Barat, Kabupaten Nunukan. Candra, bekerja sebagai petani juga menjabat
sebagai Ketua Organisasi Karya Mandiri. Sementara Sabri, adalah atlet panjat
tebing.

Namun, ada satu hal yang mempersatukan mereka. Yakni,
dedikasi dan semangat berjuang serta bekerja keras. Tak hanya untuk meraih
prestasi pribadi, tapi juga memajukan masyarakat dan mengharumkan nama daerah
dan Provinsi Kaltara.

Esti misanya, merupakan Juara I Guru SMA/SMK Berdedikasi
tingkat nasional tahun 2017. Dedikasinya di dunia pendidikan ditunjukkan dengan
keinginan kuatnya untuk mengatasi kendala dalam menyalurkan ilmu pengetahuan
kepada anak didiknya, yang kebanyakan anak Tenaga Kerja Indonesia (TKI).
“Sebagai jalur lalu lintas TKI, di Sebatik pasti ada kendala dalam
pengajaran yang berimbas pada pengetahuan yang dimiliki anak didik kami,”
kata Esti.

Belum lagi, keterbatasan sarana-prasana di kawasan 3T itu.
Salah satunya, jaringan internet. “Saya merasa, tanggapan dari Pemprov
Kaltara terhadap masalah yang ada sudah sangat baik. Melalui Disdik Provinsi
Kaltara, kendala ini dapat kami atasi bersama sehingga tak mengganggu proses
belajar mengajar,” jelas alumni Fakultas Kedokteran Hewan Universitas
Airlangga Surabaya ini.

Dedikasi serupa ditunjukkan Candra. Lewat keahliannya
berternak dan bercocok tanam, banyak rekan seprofesinya yang berhasil
membudidayakan dan meningkatkan produktivitas ternak dan tanamannya. “Saya
sebenarnya hanya berusaha menerapkan apa yang saya terima selama kuliah di
Fakultas Pertanian Unmul,” jelas Ketua Organisasi Karya Mandiri Desa Panca
Agung, Kelurahan Tanjung Palas Utara, Kabupaten Bulungan ini.

Baginya, membagi kemampuan atau ilmu dengan orang lain
adalah berkah juga pahala. “Saya mencoba berbagi ilmu saja, tak lebih.
Yang terpenting, masyarakat utamanya petani dapat berhasil dalam usahanya. Saya
juga berterima kasih kepada Pemprov Kaltara yang telah memberikan begitu banyak
perhatian kepada petani selama ini,” tuturnya.

Di tempat lain, Sabri menunjukkan dedikasinya lewat prestasi
di bidang olahraga. Bangganya lagi, prestasi itu dicetaknya pada Asian Games
2018 yang berlangsung di Jakarta dan Palembang. Di event internasional itu,
Sabri berhasil menyumbangkan medali perak cabang penjang tebing.

Atlet kelahiran Nunukan, Kaltara ini berhasil meraih medali
perak di nomor estafet putra yang berlangsung di Jakabaring Sport City. Atas
keberhasilan Sabri menyumbangkan medali perak bagi Indonesia, tentunya membuat
kebanggaan masyarakat Indonesia, khususnya Pemprov Kaltara. “Saya berusaha
memberikan yang terbaik bagi Indonesia, juga bagi Kaltara lewat kemampuan yang
saya miliki,” ucapnya. (*)

Show More

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button
Close